Runing Text

--- > Tahun Baru Hijriah 1437 H Gerbang Menuju Perubahan Menjadi Insan Yang Lebih Amanah dan Beriman...Buat Perubahan Agar Indonesia Bisa Lebih Baik <---

09 November 2015

Memilih Pemimpin Kota Samarinda

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Salam sejahtera.

Beberapa hari lagi kita akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pemilukada) serentak di seluruh Indonesia, tepatnya 9 Desember 2015. Nasib daerah tergantung dari masyarakat dalam memilih pemimpin yang akan memimpin dan membawa daerah tersebut menuju kearah yang lebih baik lagi.
Samarinda sebagai ibukota Kalimantan Timur juga akan mengadakan Pemilukada untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota periode 2015-2020.
Dalam Pemilukada kali ini ada 2 kandidat yang akan bertarung menjadi Walikota dan Wakil Walikota Samarinda. Namun siapapun itu, masyarakat berharap pemimpin berikutnya mampu membawa perubahan disegala bidang dan aspek kehidupan masyarakat.
Kali ini kami mencoba memberikan masukkan kepada masyarakat agar jangan salah memilih calon pemimpin yang akan datang. Bagi calon walikota dan wakil walikota, tulisan berikut dapat menjadi acuan dan masukkan untuk perubahan bagi kota Samarinda yang kita cintai bersama.
Beberapa masukan dari masyarakat ini kami rangkum menjadi beberapa point yang menjadi permasalahan besar di kota Samarinda saat ini.


1. Masalah Banjir merupakan masalah yang sampai saat ini masih belum bisa tertangani dengan maksimal. Kendala utama adalah masalah pendangkalan sungai oleh sedimen dan sampah, selain itu kurangnya daerah resapan air yang sudah banyak bergeser fungsinya menjadi lahan tambang, perumahan, atau pertokoan/mall.

2. Tenaga Honor yang sangat banyak namun tidak ada kejelasan kapan ada pengangkatan padahal rata-rata tenaga honor ini sudah mengabdi lebih dari 10 tahun. Kebetulan rata-rata tenaga honor ini adalah sahabat dekat saya dan mereka semua rata-rata berada dibawah naungan Dinas Pendidikan Kota Samarinda. Mereka menyampaikan agar calon walikota mendatang memperhatikan keberadaan mereka yang nasibnya tidak jelas terlebih insentif yang diharapkan per tiga bulan jarang tepat waktu cairnya.

3. Sampah dan masalah kebersihan kota yang masih belum maksimal. Sudah lama sekali sejak tahun 90-an Samarinda belum pernah menerima kembali piala Adipura sebagai kota terbersih. Selama ini Samarinda hanya mendapatkan Seritifikat Adipura saja. Perlu kordinasi instansi terkait dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungannya.

4. Pelayanan Kesehatan yang harus ditingkatkan lagi dengan memberikan akses Jamkesda kepada seluruh lapisan masyarakat. Pelayanan di rumah sakit dan klinik yang ditunjuk pun seharusnya juga lebih baik lagi tanpa memandang peserta Jamkesda atau bukan. Selama ini sudah menjadi rahasia umum bahwa pelayanan rumah sakit untuk pasien Jamkesda sangat berbeda dengan pasien umum.

5. Pelayanan administrasi layanan Publik harus lebih baik lagi. Percepat dan permudah proses pengurusan KTP dan Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, Keterangan Kelakuan Baik, Izin IMB atau Usaha, dan lain-lain. Untuk saat ini pelayanan publik masih kurang memuaskan karena selain waktunya memerlukan waktu yang panjang, prosesnya terlalu panjang dan bertele-tele. Hilangkan budaya "Ada Uang Urusan Lancar" itu yang masih banyak ditemui dibeberapa tempat pelayanan publik.

6. Penataan kota yang harus terencana dengan tepat agar bisa meratakan penyebaran penduduk dan ekonomi agar tidak selalu terpusat dikota saja. Pengembangan kawasan pinggiran dan perbatasan kota kabupaten harus diperhatikan karena selama ini perhatian ke daerah tersebut masih kurang.
Penataan kota juga harus mempertimbangkan keadaan alam dan lingkungan kota yang sering dilanda banjir.

7. Menghentikan semua izin pertambangan diwilayah kota Samarinda, karena selain banyak yang tidak sesuai izinnya, banyak perusahaan tambang tidak melakukan pekerjaan tambang berakibat rusaknya areal hutan dan timbulnya banjir didaerah-daerah yang selama ini tidak pernah dilanda banjir. Kegiatan pertambangan di sekitar kota sangat mengganggu kesehatan dan lingkungan masyarakat disekitarnya.

8. Membuka peluang kerja bagi tenaga kerja baru dan yang terkena krisis ekonomi global. Meningkatnya angka pengangguran di kota Samarinda, membuat semakin meningkatnya angka kejahatan / kriminalisme di masyarakat. Pemerintah bekerja sama dengan pihak terkait dapat memberikan peluang usaha atau pekerjaan kepada para pencari kerja. Pembatasan izin usaha frenchase juga bisa memberikan peluang bagi masyarakat untuk bisa membuka usaha.

9. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Narkoba yang semakin menghawatirkan. Jumlah pemakai yang semakin meningkat ditambah pasokan barang haram yang semakin kencang dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri, membuat kita harus selalu waspada akan bahaya laten NARKOBA.

10. Masukan terakhir dari teman-teman dan adik-adik kami di akademisi yang meminta agar diberi kesempatan agar bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Keinginan ini bukan tanpa alasan, karena selama ini menurut mereka, perhatian pemerintah masih kurang terhadap ilmuwan-ilmuwan muda agar bisa ditempatkan di tempat-tempat strategis sebagai pelopor perubahan sistem dan manajemen. Mereka dianggap masih belum banyak pengalaman, tapi kenyataannya banyak dari merekan berhasil menjadi pimpinan di negara lain dan akhirnya didukung semua yang diperlukan untuk nantinya digunakan semua lapisan masyarakat.

Itu saja yang bisa kami sampaikan dari beberapa komentar dan pendapat masyarakat yang kami kumpulkan dari berbagai tempat. Mulai dari warung kopi sampai restoran, dari pasar hingga mall, dari sekolah hingga kantor. Semua intinya sama, ingin Samarinda jadi lebih baik lagi.
Jadikan kota Samarinda menjadi kota yang benar-benar menjanjikan untuk investasi, aman dan nyaman untuk tempat tinggal dan menimba ilmu. Kota yang bersih dan sehat bagi semua yang datang berkunjung sehingga meninggalkan kesan yang baik.
Jangan lupa untuk memberikan pilihan ada tanggal 9 Desember 2015 nanti. Karena nasib daerah ini tergantung dari pilihan kita semua.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh