Runing Text

--- > Tahun Baru Hijriah 1437 H Gerbang Menuju Perubahan Menjadi Insan Yang Lebih Amanah dan Beriman...Buat Perubahan Agar Indonesia Bisa Lebih Baik <---

27 Mei 2012

Orang Miskin Dilarang Sakit


Salam sejahtera.
Saat saya kembali ke dunia maya dan membaca beberapa artikel dan status yang sudah lama saya tinggalkan, mata saya tertuju pada sebuah cerita mengenai seorang ayah yang menggendong mayat anaknya dari Jakarta menuju Bogor dengan menumpang Kereta Rel Listrik (KRL). Cerita ini merupakan cerita lama yang diangkat kembali untuk menyadarkan kita bahwa itulah potret kehidupan masyarakat bawah di Indonesia. Segala keterbatasan membentengi jalan hidup mereka.
Namun ada sebuah cerita yang cukup mengejutkan dan terjadi di kota Samarinda, tepatnya di Rumah Sakit Terbesar di Kalimantan Timur. Cerita yang nyaris sama terjadi dengan masyarakat bawah yang menggunakan Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) yang mendapatkan perlakuan kurang manusiawi oleh petugas dirumah sakit tersebut.

Cerita ini saya dapatkan dari salah satu saudara saya yang kebetulan bekerja dirumah sakit tersebut. Dia bercerita mengenai seorang ibu yang melahirkan anaknya dan kemudian anak tersebut meninggal. Dengan menggunakan JAMPERSAL (Jaminan Persalinan) dari pemerintah, ibu tersebut mendapatkan pelayanan layaknya dirumah sakit. Namun ada hal yang membuat saya miris. Anak yang baru dilahirkan meninggal tadi disuruh dibawa dengan menggunakan tas kresek saat keluar rumah sakit layaknya membawa baju kotor atau makanan! Alasannya kalau nanti digendong pas di pintu keluar pasti akan ditanya sekuriti dan disuruh lapor ke kamar jenazah. Di kamar jenazah akan ada biaya administrasi lagi. Berhubung si ibu dan keluarganya berasal dari keluarga yang tidak mampu, maka mereka mengikuti anjuran dari salah satu petugas di sana.
Menurut saudara saya, hal ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Dengan alasan yang sama, dan keterbatasan pendidikan dan biaya dari keluarga korban, maka hal tersebut dilakukan.
Hati saya sedih sekali mendengar hal tersebut. Di kota besar dengan fasilitas rumah sakit yang terbaik di Kalimantan Timur, masih ada saja perlakuan diskriminatif dan tidak manusiawi terhadap orang miskin. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah rasa kemanusiaan sudah hilang sehingga perlakuan kepada bayi yang sudah meninggal pun harus sedemikian rupa?
Banyaknya perlakuan tidak menyenangkan sudah sering saya dengar dan rasakan apabila kita dirawat dirumah sakit dengan pelayanan “kelas bawah”. Mulai dari kata-kata kasar dari petugas yang tidak seharusnya diucapkan, hingga perbuatan dari oknum petugas yang terkesan lambat sehingga menambah penderitaan pasien bahkan ada yang sampai meninggal.
Hal ini yang harus direformasi oleh pemerintah daerah dan pengelola rumah sakit. Rumah sakit sebagai pelayan publik tidak seharusnya membuat perbedaan pelayanan terhadap rakyat bawah, menengah dan atas. Perbedaan “kasta” ini sering kali membuat manajemen pun lebih memperhatikan dan memberikan yang terbaik terhadap “kasta atas” sedangkan golongan “kasta bawah” cukup lah dengan pelayanan dan sarana yang ada.
Sudah saatnya manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah untuk membuka mata dan hatinya agar rumah sakit bukan sebagai tempat “bisnis” semata, melainkan tempat untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada siapa saja tanpa memandang status sosial, agama, suku, dan pekerjaan. Semoga kedepannya pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sehingga fungsi utama rumah sakit sebagai pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat berjalan dengan baik.