Runing Text

--- > Tahun Baru Hijriah 1437 H Gerbang Menuju Perubahan Menjadi Insan Yang Lebih Amanah dan Beriman...Buat Perubahan Agar Indonesia Bisa Lebih Baik <---

29 Maret 2012

BBM NAIK, RAKYAT PANIK


Sudah lama sekali saya tidak meng-update blog ini karena banyaknya kesibukan baik pekerjaan dan keluarga sehingga blog ini vakum dalam waktu cukup lama. Namun Insya Allah blog ini akan tetap berkibar ditengah gonjang-ganjing kondisi ekonomi, politik dan sosial negara ini yang mulai memanas.
Saat sayA menulis kembali blog ini, saya tertarik mengangkat isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya premium yang notabenenya adalah sumber kehidupan bagi puluhan juta kendaraan masyarakat di Indonesia. Kenaikan harga BBM ini otomatis akan membuat melonjaknya harga sembako dan semua kebutuhan hidup serta biaya produksi. Hal inilah yang menyebabkan timbul aksi penolakan kenaikan harga BBM diberbagai daerah. Mulai dari mahasiswa, supir angkot, sampai ibu-ibu rumah tangga. Dengan dalih mengurangi subsidi yang selama ini membebani negara hingga nilainya mencapai triliunan rupiah, pemerintah mulai mengurangi subsidi hingga akhirnya subsidi tersebut akan dicabut atau dihapuskan sama sekali.

Sekarang pertanyaannya, apakah perlu subsidi dihapuskan? Apakah tidak ada jalan lain selain menghapuskan subsidi BBM? Apakah dengan menghapus subsidi tersebut beban negara serta merta akan berkurang juga?
Saya mencoba mengumpulkan beberapa pendapat masyarakat yang saya temui diberbagai tempat mulai warung makan, angkutan kota, sampai ke kantor-kantor pemerintahan dan swasta di wilayah kota Samarinda. Dari beberapa sumber tersebut semua menyatakan menyayangkan keputusan pemerintah yang menaikkan harga BBM. Semua mengeluhkan imbas dari kenaikan tersebut mulai dari harga lombok hingga barang elektronik dan kendaraan bermotor. Imbas yang besar ini seharusnya membuat pemerintah menyiapkan “penangkalnya” agar tidak timbul gejolak yang besar atau bahkan menimbulkan krisis disegala lini kehidupan berbangsa dan bernegara.
Seorang rekan yang kini duduk di parlemen daerah dan juga menjabat posisi penting di salah satu parpol besar di negeri ini mengatakan bahwa kebijakan pemerintah menaikkan BBM dengan dalih mengurangi subsidi BBM yang selama ini menjadi beban negara adalah salah. Tanpa dihapuskan subsidi, negara ini sudah surplus 6 Triliun lebih. Apalagi dengan dinaikkannya harga BBM, maka nilai surplus tersebut akan naik menjadi 9 triliun lebih.
Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM mengacu kepada harga minyak dunia yang ikut naik. Sehingga menurut pemerintah, perlu menaikkan harga BBM di negara ini yang ternyata harganya sangat murah dibandingkan dengan negara lain di Asia. Tetapi apakah perlu masyarakat yang harus dikorbankan?
Saya mencoba menyikapi hal ini dengan pemikiran logis dari rakyat kita yang saat ini sudah cukup menderita. Kenaikan harga BBM berakibat terhadap melonjaknya harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, biaya produksi dan lain-lain. Bila alasannya untuk mengurangi pengeluaran negara mengapa tidak dengan mulai mengurangi gaji dari pemimpin negara, menteri-menteri, anggota dewan pusat dan daerah, mengurangi perjalanan dinas yang tidak perlu, menyita harta para koruptor, dan meningkatkan ekspor komoditi lokal dari pada mengimpor dari luar. Menurut saya, hal-hal tersebut dapat menjadi modal untuk negara untuk mempertahankan subsidi BBM kepada rakyat sembari mempersiapkan teknologi dan sumber energi alternatif pengganti BBM. Tidak bisa kita pungkiri, BBM merupakan sumber daya alam yang tidak dapat terbarukan, sehingga semakin tahun akan semakin berkurang (langka).
Saya yakin jika pemerintah dapat berlaku bijaksana dalam mengelola sumber daya alam yang ada di bumi Indonesia ini, Insya Allah rakyat sejahtera dan bangsa ini akan maju dan mandiri dengan kekuatan sendiri. Amin.