Runing Text

--- > Tahun Baru Hijriah 1437 H Gerbang Menuju Perubahan Menjadi Insan Yang Lebih Amanah dan Beriman...Buat Perubahan Agar Indonesia Bisa Lebih Baik <---

08 Januari 2012

Tentang USB 3.0

Teknologi koneksi USB terus berevolusi menjadi lebih baik dengan menawarkan kecepatan berlipat kali sejak diperkenalkan tahun 1996. Ketika sistem USB 2.0 sudah tak sanggup lagi memenuhi tuntutan arus data yang semakin tinggi, dimunculkanlah standar penerus yang kini dikenal dengan nama USB 3.0.


Jika sebelumnya USB 2.0 dikenal dengan istilah "High-Speed USB",  USB 3.0 kini muncul dengan istilah “SuperSpeed”. Artinya, teknologi ini lebih cepat dari generasi sebelumnya. Pada teknologi USB 2.0, kecepatan transfer data maksimal yang bisa bisa dicapai sebesar 480 Mbps (megabit per second) atau sekitar 60 MB/detik. Kecepatan seperti ini awalnya sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan lalu lintas data saat itu. Namun seiring tinginya kebutuhan bandwidth data yang semakin besar (seperti proses HDTV), USB 2.0 menjadi tampak lamban.
Perbaikan selanjutnya menghasilkan standar USB 3.0. Standar ini memiliki kecepatan 3200 Mbps (3,2 Gbps) (dengan kecepatan teoritis sebesar 4,8 Gbps/600 MB/detik). Nilai ini 10x lebih pesat daripada USB 2.0. Untuk mencapai peningkatan transfer data yang signifikan ini, sistem baca dan tulis pada USB 3.0 dibuat 2 arah secara bersamaan (bi-directional), sesuatu yang belum bisa dilakukan oleh teknologi USB 2.0.


Port USB 3.0 tipe A (atas) yang masih mirip dengan USB lama tapi dengan kode warna biru dan tipe B (tengah) serta Micro-B (bawah) dengan bentuk yang agak berbeda dengan soket sebelumnya.

Meskipun sebagai pendatang baru, standar USB 3.0 tetap mengizinkan akses ke perangkat USB 2.0 melalui port barunya (backward compatible). Namun tentu saja kinerja perangkat USB 2.0 tak akan meningkat secara signifikan memanfaatkan jalur USB 3.0 ini. Pengalaman kami membuktikan bahwa kinerja peranti USB 2.0 di port USB 3.0 bisa naik menjadi sekitar 5-10%. Yang perlu diingat, bentuk fisik port USB 3.0 akan sama dengan USB 2.0 (port tipe A). Namun terdapat 4 jalur kabel tambahan sehingga jalur kabel USB 3.0 total mencapai 9.
Di samping keuntungan pada kecepatan yang lebih baik ternyata  USB 3.0 juga masih menyimpan sedikit kekurangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan panjang kabel yang hanya 3 meter maksimal (ideal). Ini berbeda dengan panjang pada teknologi USB 2.0, yang membolehkan panjang kabel maksimal sebesar 5 meter. Minus lainnya muncul dari keberadaan peranti harddisk magnetik yang kinerjanya tergantung pada kecepatan cakram/disk yang diusungnya. Bagaimana pun juga, teknologi USB 3.0 telah membawa perbaikan yang memang ditunggu di tengah kebutuhan tranportasi data digital yang kian besar.  

Sumber : Dany Prasetyo