Runing Text

--- > Tahun Baru Hijriah 1437 H Gerbang Menuju Perubahan Menjadi Insan Yang Lebih Amanah dan Beriman...Buat Perubahan Agar Indonesia Bisa Lebih Baik <---

04 April 2011

Review Archos 101 Internet Tablet


Multimedia Handal
Walaupun terlihat seperti tablet pada umumnya, Archos 101 membidik segmen yang berbeda sebagai area bermainnya. Archos selama ini dikenal sebagai merek yang kerap mengeluarkan produk-produk PMP atau portable media player yang berkualitas. Tapi kali ini Archos tampaknya agak sedikit “banting setir” dengan menghadirkan perangkat multimedia berbasis tablet.

Tak hanya meluncurkan produk berbasis sistem operasi yang sedang populer (Android), mereka juga merilis tablet yang menggunakan Windows, yakni Archos 101 Internet Tablet. Produk ini adalah satu dari sederetan tablet buatan Archos yang menggunakan Android.
Kesan pertama kami terhadap tablet ini tertuju pada bentuk fisiknya yang tipis dan ringan. Menurut kami, inilah tablet paling ringan yang pernah hadir di Lab Infokomputer. 

Dimensinya memang cukup unik karena Archos 101 menggunakan layar lebar (widescreen) yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan multimedianya. Uniknya lagi, tablet ini memiliki penyangga di belakang bodinya sehingga ketika diposisikan berdiri, perangkat ini menjadi mirip bingkai foto. Desain ini dimaksudkan untuk memaksimalkan user experience, misalnya saat menonton video.
Layar lebarnya memiliki resolusi 1024x600 dengan besaran 10,1 inci berjenis kapasitif. Sebagaimana jenis layar kapasitif, respon dan akurasi layar Archos 101 terhadap sentuhan termasuk baik.
Hanya saja, kadangkala terjadi tundaan (delay) saat kami menyentuh layar untuk mengakses satu perintah tertentu. Ini masih ditambah sudut pandang serta pantulan layar yang cukup menggangu. Oleh karena itu, tablet ini harus diposisikan dengan tepat untuk dapat digunakan dengan nyaman.
Di balik badan tipisnya, Archos 101 diperkuat prosesor ARM Cortex A8 dengan kecepatan 1 GHz. Sebagaimana umumnya prosesor jenis ini, kinerjanya sudah mencukupi untuk menjalankan beragam aplikasi. Prosesor ini dikombinasikan dengan PowerVR SGX 530 sebagai motor penggerak dalam hal grafis. Akan tetapi, entah kenapa pada pengujian, kami mendapati kinerja kartu grafis ini terbilang rendah. Padahal untuk ukuran sebuah PowerVR SGX530, seharusnya perangkat ini mampu memberikan kinerja yang jauh lebih baik.

Kami cukup menyayangkan kapasitas memori RAM-nya yang hanya sebesar 256 MB. Jumlah sebesar ini termasuk “pas-pasan” apalagi ketika banyak aplikasi yang berjalan di belakang layar. Untuk mengatasi sistem agar tidak melambat, kami mengakalinya dengan meng-install aplikasi Task Killer. Dengan mematikan aplikasi yang sudah tidak digunakan, kinerja keseluruhan tablet tetap maksimal. Sementara RAM sebesar 512 MB tersedia sebagai memori internal yang bisa dipakai pengguna untuk memasang aplikasi.
Menariknya, Archos 101 memiliki sebuah port USB yang mampu mengenali storage eksternal seperti flash disk dan harddisk external. Percobaan kami terhadap port USB ini berjalan lancar, tablet mampu mengenali dengan baik flash disk dan melalui manajer file-nya, sehingga isi dari flash disk tersebut bisa dibaca. 

Sebagai tablet multimedia, Archos 101 juga tidak bermasalah ketika diminta menayangkan konten high-definition dengan standar 720p. Namun untuk format Full-HD 1080p, tablet ini menolaknya dengan mengeluarkan pesan error bahwa resolusi terlalu besar. (Karuna)