Runing Text

--- > Tahun Baru Hijriah 1437 H Gerbang Menuju Perubahan Menjadi Insan Yang Lebih Amanah dan Beriman...Buat Perubahan Agar Indonesia Bisa Lebih Baik <---

25 Februari 2011

Catatan Perjalanan ke Wilayah Utara Kaltim

Selama ini daerah utara Kalimantan Timur belum pernah saya ketahui secara nyata. Hanya membaca dari literatur dan cerita dari mulut ke mulut. Namun pada Rabu (23/02) kemarin, saya membuktikan sendiri bagaimana indahnya dan berkembangnya wilayah Utara Kalimantan Timur.



Mulai dengan perjalanan dari bandara Sepinggan Balikpapan menggunakan pesawat Lion Air seri 900ER (selama ini dalam pikiran saya kota Tarakan hanya bisa di darati pesawat kecil), yang berangkat pukul 17.55 Wita. Menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 jam 45 menit, saya mendarat di bandara Internasional Juwata Tarakan. Kesan pertama melihat kondisi bandara yang sederhana namun bisa didarati pesawat sebesar Lion Air sungguh mengesankan. Bagaimana tidak, kota sekecil Tarakan saja sudah memiliki bandara yang bisa didarati pesawat berbadan besar jauh berbeda dengan kondisi Samarinda yang sampai saat ini hanya memiliki bandara Temindung yang hanya bisa didarati pesawat kecil. Padahal Samarinda adalah ibukota Propinsi Kaltim.
Perjalanan saya berlanjut menyusuri kota Tarakan yang tertata cukup rapi dan indah. Suasana malam yang cerah membuat suasana kota nampak indah dihiasi lampu jalanan disepanjang jalan kota. Urusan penginapan di Tarakan tidak kalah dengan kota-kota besar lain di Kaltim. Disana ada Hotel berbintang dan kelas Melati yang memberikan pelayanan ramah dan bersahabat bagi siapa saja yang datang ke Tarakan.
Esok paginya, saya melanjutkan perjalanan ke Tanjung Selor menggunakan Boat dari pelabuhan Tengkayu Tarakan. Waktu yang ditempuh dari Tarakan ke Tanjung Selor kurang lebih 1,5 jam. Sesampainya di Tanjung Selor, saya melihat kondisi kota Bulungan yang bersih dan rapi. Walau masih dalam tahap pembangunan, namun kondisi infrastruktur pendukung seperti jalan dan listrik sudah sangat baik tertata. Kota Bulungan merupakan kota kecil namun memiliki kondisi dan tata kota yang cukup rapi dan teduh. Saat saya berada di kantor Bupati, kami disambut ramah oleh orang-orang disana. Mereka sangat bersahabat dan gampang untuk diajak berkomunikasi. Keramahan ini yang membuat nilai lebih buat Kota Bulungan.


Sore harinya, kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung redeb menggunakan mobil carteran. Perjalanan darat dari Bulungan ke Berau ditempuh selama 2 jam tidak terasa lama karena jalan penghubung dua kota tersebut telah teraspal dengan baik. Hanya saja ada beberapa titik yang cukup rawan karena jalannya mengalami kerusakan. Hal lain adalah kurangnya tanda jalan (rambu jalan) di sepanjang jalan sehingga rawan sekali terjadi kecelakaan.
Sampainya di Berau (waktu itu sekitar jam 19.00 Wita), saya sempat terkesima dengan pasar besar di Berau. Saat kita memasuki kota, kita akan melihat bangunan nan megah yang ternyata pasar induk. Pikir saya mungkin inilah pasar yang di puji bahkan disarankan Gubernur Kaltim (Bp. Awang Faroek) agar dapat dicontoh daerah lain.
Melihat kota Berau dimalam hari cukup indah, namun sayang saat kami kesana kondisi kota sedang ada pemadaman listrik. Kota Berau menurut saya hampir sama dengan kota Sangata Kutai Timur. Hal ini berdasarkan kondisi kotanya yang banyak di lewati kendaraan operasional perusahaan Batu bara (BERAU COAL).
Esok paginya, saya sempatkan mencari oleh-oleh dipasar induk sekalian melihat seberapa besarnya pasar tersebut. Dan ternyata memang sangat besar, bila dapat dibandingkan setara dengan Mall besar di Balikpapan atau Samarinda. Kondisinya tertata rapi dan bersih membuat nyaman siapa saja yang berbelanja disana.
Siang hari, saya kembali ke Balikpapan melalui Berau. Rasa penasaran saya kembali ingin melihat bandara baru Kalimarau yang juga bisa didarati pesawat besar sekelas Batavia Air dan Sriwijaya Air. Ternyata memang Bandara Kalimarau yang baru masih dalam tahap penyelesaian. Dilengkapi dengan Garbarata menambah rasa kagum saya atas kemajuan kota Berau.

Perjalanan selama 3 hari saya di 3 kota wilayah utara menghapus kerinduan saya untuk dapat menjelajah seluruh Kaltim. Karena Kaltim yang kaya dan luas ini sangat berpotensi sekali untuk dapat berkembang dan maju seperti kota-kota lain di Jawa atau Sumatera. Sangat diperlukan sekali peran dari putra-putri daerah yang berilmu dan berwawasan luas untuk bisa membangun Kaltim menjadi Propinsi yang Maju dan Sejahtera.